Berita & Artikel
20/02/2010
Anda Manager Keuangan Handal ?
Oleh Zhakiyah Yunarwati Mantan Penyiar Radio Suara Akbar 1989-1993 ( Acara: Jalur Kawula Muda ) Sebagai istri, saya punya kebiasaan yang mungkin bagi sebagian orang agak aneh. Saya suka mencatat semua pemasukan dan pengeluaran rumah tangga sampai sedetil2nya yang saya ingat. Bagi sebagian orang mungkin ini ribet, wasting time. Tapi bagi saya tidak. Ada banyak manfaat yang saya dapatkan dari kegiatan ini Pertama, saya melatih otak saya untuk bekerja (mengingat2 harga sayur yang saya beli tadi pagi, harga jeans suami yang dibeli kemarin). Penelitian membuktikan, (katanya) otak yang jarang dipakai akan menurun kemampuannya ... Kedua, catatan pembukuan rumah tangga yang sederhana ini (cuma debet, kredit, saldo) ternyata bisa dipakai untuk menganalisa gaya hidup kami sekeluarga lho. Wow, bulan kemarin kita kok terlalu banyak acara makan di luar ya. Lain kali makannya diganti di teras aja deh (kan di 'luar' juga). Atau, kok bulan kemarin beli baju melulu? Atau, kalau dalam catatan saya bulan kemarin neraca keuangannya nggak balance, sedapat mungkin bulan ini saya ketatkan ikat pinggang.
Ketiga, catatan keungan ini juga bisa untuk menelusuri suatu 'kasus' atau 'masalah' yang kita sudah lupa kapan terjadinya. Misalnya, suatu hari saya merasa kok LPG di rumah cepet banget habis. Padahal biasanya sebulan baru habis. Setelah saya lihat catatan, kok baru 10 hari! Sedangkan pemakaian normal seperti biasa. Wah...there must be something wrong. Bocor selangnya, atau tabung LPGnya gak beres timbangan beratnya?
Keempat, suami menjadi lebih tenang. Kapan saja dia mau tahu pemasukan dan pengeluaran rumah tangga, saya sudah punya 'laporan pertanggungjawaban' yang boleh dia lihat dan periksa kapan saja. Bukankah sering kita dengar ada suami yang mengeluh, kok uang yang dia berikan ke istrinya habis terus? Untuk apa saja sih? Sang istri yang merasa sudah puyeng memutar otak supaya gaji cukup jadi uring2an karena merasa dicurigai.
Kelima, catatan keuangan bisa kita gunakan untuk 'membaca' taraf hidup kita yang ternyata makin meningkat dari tahun ke tahun. Dulu, rumah masih ngontrak, eh dua tahun berikutnya sudah bisa KPR. Lima tahun kemudian, ternyata sudah lunas. Bukankah ini bisa menambah rasa syukur kita?
BERITA LAIN
|