Berita & Artikel
10/10/2009
tinjauan pragmatis antara...PENDENGAR dan PENYIAR
Oleh: kang parto Radio adalah hiburan yang murah, dapat didengarkan di mana saja, dan tidak terikat waktu, dapat sambil lalu melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga pendengar tidak merasa dibelenggu oleh apapun. Dari sini muncul interaksi yang baik antara radio, penyiar dan pendengar. Pendengar adalah orang yang berniat mendengarkan. Dari dasar niat, orang ini mempunyai sikap simpati dan empati kepada sebuah objek yang mengesankan sehingga muncul rasa suka, cinta dan menarik hati. Pendengar muncul karena simpatinya pada sebuah acara di radio. Simpati ini didasari beberapa unsur motivasi ketertarikan. Bisa dari jenis lagu, suara penyiar, sikap penyiar, atau memang merasa sebagai kebutuhan. PENDENGAR AKTIF Pendengar aktif adalah pendengar yang mempunyai keterlibatan langsung dengan acara. Artinya mereka mempunyai komunikasi langsung atau tidak langsung dengan penyiar/radio. Interaksi aktif dalam talkshow, kirim salam melalui berbagai media, surat, sms, telpon, YM, facebook, dll, sebagai ajang sillaturahmi udara antar pendengar. Yang tidak kalah penting mau ikut monitor dan memberikan kritik (tentunya tidak meninggalkan etika) demi perbaikan dan perkembangan siaran maupun radio. Inilah atensi, rasa ikut memiliki. PENDENGAR PASIF Yang jumlahnya tidak terbatas adalah pendengar pasif, sulit untuk mendeteksi, karena mereka hanya mendengarkan dan tidak berinteraksi langsung dengan penyiar. Ada slogan “ sekali berujar berjuta telinga mendengar” apalagi sudah didukung dengan kecanggihan tehnologi informasi yang dapat menembus batas benua, yaitu Radio On Line. Tidak mengecilkan peran pendengar pasif, karena mereka mempunyai rasa simpati pada radio yang didengarkan, dalam rasa mereka juga iku memiliki. Ada sebuah ikatan moral yang terjalin antara pendengar dan penyiar, mereka saling membutuhkan. Pendengar aktif maupun pendengar pasif adalah kekayaan sebuah radio, apalagi mereka yang mengorganisir dirinya dalam sebuah perkumpulan atau paguyuban fans, ini merupakan tindakan logis yang harus disikapi oleh penyiar sebagai pemandu acara yang mempunyai banyak pendengar, dan radio dalam mempertahankan aset. Dalam sebuah perkumpulan fans yang berhasil menterjemahkan rasa sosial dalam keradioan, tentunya akan muncul rasa saling menghormati, tidak membedakan status dan klas sosial, memupuk rasa asih, menciptakan persaudaraan. Pendengar membutuhkan penyiar sebagai orang yang menyuguhkan informasi, hiburan dan tidak mustahil juga transfer ilmu pengetahuan/tuntunan. Penyiar juga membutuhkan pendengar sebagai objek sasaran. Penyiar tanpa pendengar tidak berarti apa-apa. Setiap penyiar tentunya berusaha untuk mendapatkan pendengar sebanyak-banyaknya, kecuali penyiar yang sudah benar-benar fakum dan tidak mempunyai gerak kreatif. Pendengarpun ingin mendapatkan kenyamanan dalam memperoleh hiburan, mencari sesuatu yang mempunyai nilai lebih dari sebuah program acara. Tanpa disadari pendengar adalah kekuatan radio, juga sebagai pembanding, karena mereka tidak mungkin hanya mendengarkan sebuah radio. Trimakasih pendengar Trimakasih Mitra Akbar
Radio On Line & Live Streaming : www.suaraakbar.com "Akbar FM Suara Pilihan Anda"
BERITA LAIN
|